DRAF KEHIDUPAN PART 2
Hi. Apa kabar kamu? Semoga baik-baik aja ya. Lama gk jumpa. Lama ya gk denger cerita keluh kesah ku lagi. Ya, sebenernya udah lama juga aku mau cerita ini ke kamu. Tapi karna selama ini aku berusaha untuk diam dalam keheningan hati ditengah deru kehidupan bahtera rumah tangga.
Menikmati langkah demi langkah kehidupan bersama wanita didalam cerita ku yang dulu. Yang ku perjuangkan meski dengan liku-liku perjalanan yang terkesan luar biasa buat hati dan pikiran ku.
Sekarang ku ceritakan kembali bagaiaman nikmat menjadi seorang suami, menjadi seorang ayah. Menjadi seorang kepala rumah tangga. Perjuangan dikehidupan nyata dalam segala hal. Perjuangan seorang kepala rumah tangga dalam mendekap keharmonisan keluarga.
Gk kerasa perjalanan ku sama Dia udh hampir 8 tahun terhitung sejak kami pacaran.
Sekarang ini, aku dan keluarga kecilku sedang diuci ekonomi. Dimana secara fiksi ini kuterima sebagai ujian dalam rumah tangga. Sedangkan didalam kenyataan ini. Justru istriku lah yang diuji untuk bertahan atau sebaliknya.
Kini kurasakan polemik itu seakan akan mencabik-cabik pikiran dan perasaanku. Membakar rasa amarah dalam diri. Terkadang terbesit dalam angan untuk mengakhiri semua nya. Jika didalam sebuah film bak seperti tamat. Tetapi hati kecil ku membisikan sebuah pengecualian. Sebuah hinaan kepada mental petarungku yg dulu selalu kokoh dalam mengahadapi kerasnya kehidupan. Seakan-akan menghina.
Aku seorang manusia. Dimana letak jari jemariku tetap lemah. Tetap menjadikan diri ini setitik debu yang hina jika aku mengakhiri semua nya.
Aku tidak tahu saat diambang ini aku harus bercerita kemana. Aku tidak tahu harus melampiasakan kemarahanku ini kemana. Sungguh ironi hidupku saat ini tidak manjadikan ku kuat. Akankah aku hilang arah seperti dulu. Menjauh dari kehidupan. Menjelma menjadi derai angin didalam sebuah koloni kegagalan.
Tuhan, hamba tidak sekuat dulu. Karna masih ada orang-orang dibelakang hamba yang berharap dari rezeki hamba.

Komentar