DRAF KEHIDUPAN

 Keheningan malam seketika memeluk kalbuku. Menepis semua sejenak kebahagian dalam pikiranku. Aku yang saat ini terlihat bahagia. Tetapi dalam kenyataannya tidak. Sebab, pikiranku semua terbagi-bagi kedalam bagian-bagian problema draf kehidupanku. Tersusun komplek secara struktural yang secara perlahan menghancurkan beberapa titik semangatku.

Ku tatap langit-langit tempat tidurku. Berusaha memejamkan mataku yang sedari tadi lelah berjalan bersama pikiranku. Mencoba mencari dari semua makna ini. Meraba - raba setiap keinginanku. Mengartikan semua apa itu proses dari takdir yang digariskan oelh Sang Pencipta.

Bait demi bait goresan draf kehidupan ini ku buat. Merasakan setiap keluh kesah didalam batin ku. Apa yang terjadi didalam takdirku ini. Menerka-nerka arah warna kehidupanku ini,

Sajak ucapaku semakin hari semakin menipis dari kepercayaan diri terhadap orang-orang disekitarku. Terus merasakan pahit demi pahit sudut pandang disetiap mata orang-orang yang menatapku. Seolah aku bukanlah seorang pemipin dalam satu ikatan bahtera rumah tangga.

Ini catatanku sekian kalinya. Bercerita kepada kekosongan jiwa. Menggenggam kesekian kalinya sebuah pengharapan akan sebuah proses akan berhasil atau akan sebaliknya. Bak seorang penyair aku mencoba menguatkan setiap senyumanku untuk menghibur sebuah kenyataan, bahwa aku sedang gagal kesekian kalinya.

Belive,,,,

Ya, aku masih percaya akan kebahgian dibalik semua proses ini. Baik unyukku atau untuk keluargaku. Aku akan memetik hasil atas proses yang untuk kesekian kalinya mendewasakanku dalam bersikap. Tuhan adalah segalanya. Berserah diri dan terus berusaha adlah cara terbaik untuk merasakan hasilnya suatu hari nanti....

Draf kehidupanku kali ini begitu indah dan memberikan ku sebuah perasaan dimana rasanya untuk berjuang demi orang-orang yang dengan setia selalu mendoakanku dari kejauhan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikhlasku menyayangimu..

Kurindu Massa Itu

BELIVE....