Sampai kapan
Terukir indah wajah mu saat tersenyum,
Setiap masa aku mengingat masa indah aku akan terus melupakan masalah yang sedang kita hadapi. Aku bukanlah yang sempurna, dan bukanlah seorang yang bisa mengabulkan smua permintaan dan keinginganmu. Aku sadar sebatas kemampuanku. Tapi aku tak akan menyerah berusaha dan berdoa. Sebaiknya usaha dan sekuat aku bernafas.
Tak kala badai itu menghadang, kau tak ada disampingku. Kau menghindar, bak seperti ingin menjauh dari kehidupanku. Seakan tak ingin mengenalku lagi.
Rimba nya masalah yang sedang kita hadapi. Aku akan berusaha tetap bediri walau kakiku begetar hebat setiap kali ku menenteskan air mata.
Manakalah hati sedang rapuh, hanya alunan kerinduan ini yang bisa menjadikan sebuah pecut penyemangatku dalam melangkah. Aku berusaha sebisa mungkin menjadikan diriku pribadi yang berkomitnen dalam ucapan.
Ketika aku tak bisa, aku akan berkata. Dan ketika aku berjumpa dengan kegelapan aku akan berjalan sendiri melangkah Menjauh menghindari itu.
Masih pantaskah aku berada disampingmu. Masih pantaskah aku kau perjuangkan. Masih pantaskah aku kau pertahankan dihadapan orang tuamu. Aku tak ingin ini berlarut dalam kesedihan. Setiap kali aku merenungi waktu ini. Air mataku menetes begitu saja. Tak ada usaha dan daya upaya aku menahannya.
Kesedihan demi kesedihan hati ini entah sampai kapan. Aku percaya dan Yakin. Seberapa kuat dan seberapa hebat diri ini dalam bertempur dengan masalah.
Usahaku tetap yakin.
Usahaku tetap percaya akan sebuah harapan dan doa.
Save me. Kuatkan kaki hamba ini tuhan. Saat Perlakuan cinta sementara tak berpihak pada hambamu yang kotor ini.
Hamba hanya umatmu yang tergolong dalam golongan fasik. Yakin dan percaya akan setiap langkah akan adanya ENGKAU, tapi masih melakukan dosa tanpa rasa menyesal.
Ampuni hamba.
Bukakanlah hatinya saat ini yang sedang tertutup akan keegoisan..
Ku rindu saat ia sering memberiku kabar.
Dia bertahan dengan Keegoannya.
Aku akan bertahan e
Setiap masa aku mengingat masa indah aku akan terus melupakan masalah yang sedang kita hadapi. Aku bukanlah yang sempurna, dan bukanlah seorang yang bisa mengabulkan smua permintaan dan keinginganmu. Aku sadar sebatas kemampuanku. Tapi aku tak akan menyerah berusaha dan berdoa. Sebaiknya usaha dan sekuat aku bernafas.
Tak kala badai itu menghadang, kau tak ada disampingku. Kau menghindar, bak seperti ingin menjauh dari kehidupanku. Seakan tak ingin mengenalku lagi.
Rimba nya masalah yang sedang kita hadapi. Aku akan berusaha tetap bediri walau kakiku begetar hebat setiap kali ku menenteskan air mata.
Manakalah hati sedang rapuh, hanya alunan kerinduan ini yang bisa menjadikan sebuah pecut penyemangatku dalam melangkah. Aku berusaha sebisa mungkin menjadikan diriku pribadi yang berkomitnen dalam ucapan.
Ketika aku tak bisa, aku akan berkata. Dan ketika aku berjumpa dengan kegelapan aku akan berjalan sendiri melangkah Menjauh menghindari itu.
Masih pantaskah aku berada disampingmu. Masih pantaskah aku kau perjuangkan. Masih pantaskah aku kau pertahankan dihadapan orang tuamu. Aku tak ingin ini berlarut dalam kesedihan. Setiap kali aku merenungi waktu ini. Air mataku menetes begitu saja. Tak ada usaha dan daya upaya aku menahannya.
Kesedihan demi kesedihan hati ini entah sampai kapan. Aku percaya dan Yakin. Seberapa kuat dan seberapa hebat diri ini dalam bertempur dengan masalah.
Usahaku tetap yakin.
Usahaku tetap percaya akan sebuah harapan dan doa.
Save me. Kuatkan kaki hamba ini tuhan. Saat Perlakuan cinta sementara tak berpihak pada hambamu yang kotor ini.
Hamba hanya umatmu yang tergolong dalam golongan fasik. Yakin dan percaya akan setiap langkah akan adanya ENGKAU, tapi masih melakukan dosa tanpa rasa menyesal.
Ampuni hamba.
Bukakanlah hatinya saat ini yang sedang tertutup akan keegoisan..
Ku rindu saat ia sering memberiku kabar.
Dia bertahan dengan Keegoannya.
Aku akan bertahan e

Komentar