Menuai Senja
Masih sama seperti dahulu, dimana titik hatiku yang paling dan sangat rendah dimata sebuah harga diri. Aku menangisi sesaat sesak yang ada dalam hati. Akan kerinduan demi kerinduan yang selalu meronta dalam benakku.
Terkadang harus melawan semua yang menjadi takdir. Aku perasa yang lemah. Aku menuai disaat senja yang enggan menyapaku. Aku tak punya apa apa. Aku hanya seorang lemah.
Tak bisa memiliki hatimu seperti saat pertama kali kau mencintaiku. Meneteskan 1000 permata dari air matapun tak cukup menjadikan satu permintaan maaf ku terhadap sikap dinginmu kepadaku.
Aku tau aku salah.....
Tak bisa memiliki hatimu seperti saat pertama kali kau mencintaiku. Meneteskan 1000 permata dari air matapun tak cukup menjadikan satu permintaan maaf ku terhadap sikap dinginmu kepadaku.
Aku tau aku salah.....
Aku tau aku adalah manusia yang paling bodoh, merasa akan sebuah kesombongan bahwa dirimu akan selalu memaafkan diriku. Merasa akan dengan 1000 alasan kau akan memaafkanku, sekalipun itu adalah perbuatan yang berulang terjadi diantara kita.
Dan kini ku menuai apa yang menjadi sifatku. Kutanamkan kesalahan dihidupmu. Yang mungkin tidak akan bisa termaafkan begitu saja oleh lidah dan perasamu lainnya. Dan kini kau memberikan hasilnya.....
Untukmu wanita yang selalu ku rindu
Dan kini ku menuai apa yang menjadi sifatku. Kutanamkan kesalahan dihidupmu. Yang mungkin tidak akan bisa termaafkan begitu saja oleh lidah dan perasamu lainnya. Dan kini kau memberikan hasilnya.....
Untukmu wanita yang selalu ku rindu
.... Ayu windantika..
Bye : Bangfen..................................

Komentar